RESENSI FILM AMERICAN PSYCHO (2000)

 

RESENSI FILM AMERICAN PSYCHO (2000)


IDENTITAS

Sutradara: Marry Harron

Produser: Edward R. Pressman, Chris Hanley, dan Christian Halsey Solomon

Penulis Naskah: Bret Easton Ellis

Pemain: Christian Bale, Willem Dafoe, Jared Leto, Josh Lucas, Samantha Mathis, Matt Ross, Bill Sage, Chloë Sevigny, Cara Seymour, Justin Theroux, Guinevere Turner, Reese Witherspoon

Genre: Thriller, horror, drama.

Tanggal Rilis Perdana: 21 Januari 2000

Studio: Muse Productions

Durasi: 101 minutes

ORIENTASI

Patrick Bateman adalah seorang banker yang bekerja di perbankan investasi. pada usianya yang ke-27, dia sudah memiliki semua yang diharapkan oleh manusia. Pekerjaan yang stabil, penghasilan yang besar, apartemen yang mewah dan pasangan yang cantik merupakan rentetan hal yang sudah dicapainya dalam usia yang relatif muda. Hanya saja, dia tidak sama sekali menyukai rekan-rekannya sesama pekerja kalangan atas. Pada saat pertemuan, Bateman dan rekan-rekannya memamerkan kartu nama mereka satu per satu. Semakin unik desain kartu, semakin bangga mereka. Bateman terganggu karena merasa kartu nama milik rekannya, Paul Allen lebih bagus dari miliknya. Dia pun melampiaskan kemarahannya dengan menghabisi seorang tunawisma dan anjingnya.

Pada saat pesta malam Natal, Bateman mencoba mengajak Allen untuk makan malam. Allen malah salah mengira Bateman sebagai Halbestram, rekan kerjanya yang lain. Kedengkian Bateman atas sosok Allen bertambah ketika Allen bisa mereservasi tempat di restoran mewah bernama Dorsia. Setelah pergi minum-minum, Bateman membujuk Allen untuk datang ke apartemennya. Allen yang sudah mabuk, hanya bisa duduk sambil melihat-lihat apartemen Bateman. Bateman memutar musik kemudian menjelaskan sisi artistik dari lagu yang diputarnya. Bateman kemudian pergi ke kamar mandi, menggunakan jas hujan kemudian mengambil sebuah kapak. Sambil terus membicarakan musik, Bateman bergerak ke belakang Allen kemudian mengayunkan kapaknya berkali-kali sampai Allen tewas. Bateman kemudian membuang mayat Allen dan pergi ke apartemen Allen. Supaya tidak  ada kecurigaan dari orang-orang di sekitar apartemen kalau Allen sudah tewas, Bateman merekam suaranya ke mesin penjawab dengan berpura-pura sebagai Allen. Bateman mengatakan bahwa Allen sedang pergi ke London untuk kepentingan bisnis. Tepat di kantor, Bateman ditemui oleh seorang detektif swasta bernama Donald Kimball. Kimball sedang mengumpulkan informasi tentang Allen yang dinyatakan hilang. Dia pun menanyai Bateman. Bateman menyatakan bahwa dia tidak mengenali secara dekat dengan Allen dan hanya sesekali makan malam dengannya.

Bateman menyewa jasa dua pekerja seks komersial dan memperkenalkan dirinya sebagai Paul Allen. Kedua PSK itu dinamainya Christie dan Sabrina. Sebelum melakukan hubugan seks, Allen menjelaskan tentang kesukaannya pada album band Genesis. Selesai bercinta, Bateman menghajar dua PSK sampai mereka terluka. Barulah Bateman membayar mereka dan mempersilakan mereka pergi. Kondisi kejiwaan Bateman semakin berbahaya. Dia nyaris mencekik rekan kerjanya, Luis karena memperlihatkan kartu nama yang mirip dengan Allen. Begitu juga dengan nasib sekretarisnya, Jean yang diundang ke apartemennya untuk minum-minum. Bateman nyaris menembak Jean dengan pistol paku sebelum mendengar pesan Evelyn di mesin penjawab.

Kimball sang detektif sebelumnya mengajak Bateman bertemu sambil makan siang. Dia mengatakan bahwa Bateman sudah dalam pengawasan lagi dalam kasus hilangnya Allen. Dia menambahkan jika salah satu rekan Bateman memberi keterangan bahwa baru-baru ini melihat Allen di London. Bateman merasa lega sekaligus bingung terhadap dirinya sendiri. Apa yang sebenarnya dilakukan Bateman?

TAFSIRAN

Film American Psycho (2000) ini menggambarkan kehidupan seorang pria tampan bernama Patrick Bateman yang hidup dalam berlimpah harta dan penuh dengan kemewahan. Hidup menjadi seorang pimpinan perusahaan membuat dia sangat penuh dengan kekayaan yang luar biasa. Tetapi, ada hal yang sangat janggal dengan sifat atau kepribadian dari seorang Patrick Bateman ini. Kepribadian Patrick Bateman sangatlah unik, mengingat dia adalah seorang yang kaya raya yang sangat mencintai perfeksionis dari berbagai hal, mulai dari kebersihan, gaya hidup, cara bersikap, dan lain-lain. Kepribadian ini yang membuat dia seakan-akan dapat merubah pola pikir dan sudut pandangnya terhadap hal-hal di sekitarnya.

Kepribadian Patrick Bateman membuat penonton memiliki penilaian yang berbeda-beda akan sikap dan sifatnya yang dia tunjukkan di setiap adegan di dalam film ini. Mulai dari berpikir secara arogan dan kasar yang menunjukkan sisi negatifnya dalam film ini membuat saya sebagai penonton memiliki sudut pandang yang bermacam-macam tentang seorang Patrick Bateman yang mengarah ke psikopat. Sudut pandang yang dimaksud adalah bagaimana seorang Patrick Bateman memiliki kepribadian atau sifat yang dia tunjukkan dan apakah itu adalah kelebihan atau kelemahan dari seorang Patrick Bateman.

Kepribadian Patrick Bateman yang sangat menonjol dalam film ini adalah cara dia yang sangat arogan dan kesombongan yang luar biasa. Selain itu, dia juga adalah seorang yang memiliki sifat iri dan dengki terhadap rekan kerjanya, serta sekitarnya. Sifat itu dia tunjukkan saat dia melihat kartu nama milik teman-temannya yang sangat bagus dari yang miliknya. Iri hati dan dengki tersebut membuat Patrick Bateman berpikir bagaimana dia dapat mengalahkan teman-temannya tersebut. Akhirnya, Patrick Bateman pun mencoba hal yang sangat tidak wajar yaitu percobaan pembunuhan terhadap rekan-rekan kerjanya tersebut.

Pembunuhan tidak hanya dilakukan kepada teman-temannya tetapi terhadap orang-orang sekitarnya yang hanya dianggap seperti benalu, parasit dan hama bagi lingkungannya. Sifat dan tata cara yang dia tunjukkan ini lebih menunjukkannya ke kategori psikopat yang bengis dan kejam. Selain itu, dia pun menyewa pekerja seks komersial untuk dijadikan pemuas nafsunya. Setelah itu, dia pun langsung membunuhnya karena menurut dia mereka itu memiliki hidup yang tidak berguna yang hanya menjadi sampah masyarakat bagi lingkungannya. Tidak hanya sekedar membunuh, tetapi dia menyimpan mayat korbannya di lemari atau kulkas.

Setelah Patrick Bateman melakukan hal-hal yang sangat kejam tersebut, dia pun merasa ketakutan akan apa yang dia lakukan mulai dari membunuh temannya, pekerja seks komersial, dan lainnya. Dia pun sangat ketakutan dan akhirnya sadar, apa yang dia lakukan selama ini hanyalah pikiran buatan dia sendiri. Mungkin bisa kita sebut sebagai schizophrenia yang mana adalah gangguan yang dipengaruhi oleh kemampuan otak untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku secara tidak sadar. Hal yang dialami oleh Patrick Bateman adalah suatu hal yang sangat aneh bagi dirinya. Secara tidak sadar, dia berpikir dan menggambarkan semua hal yang ingin dijadikan alat pemuas pikirannya.

Jika menghubungkannya dengan isu-isu sosial di sekitar kita, mungkin kita bisa mengarahkannya ke orang yang kaya raya yang bersifat bebas untuk mengendalikan orang-orang di sekitarnya contohnya pekerja seks komersial dan orang-orang lemah di sekitarnya. Bagaimana tidak, zaman sekarang masih banyak orang-orang yang kuat menindas dan memanfaatkan orang-orang yang lemah hanya dijadikan sebagai alat pemuas individu. Menindas dan melukai orang-orang yang lemah yang tak berdaya adalah suatu hal yang sangat ditolak keras di sekitaran lingkungan ini. Selain itu, sikap iri hati dan dengki di dalam dunia kerja membuat para karyawan atau rekan bisnis dapat menghancurkan hubungan pertemanannya. Hal ini juga sering terjadi jika kita sering melihat berita ataupun informasi yang ada, mulai dari pembunuhan, pemecatan karena adanya hasutan, dan lainnya. Disamping itu, kriminalitas yang ditunjukkan di film ini merepresentasikan kehidupan ini yang pastinya tidak bisa terlepas dari hal tersebut. Pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, penindasan, dan lainnya.

EVALUASI

Film American Psycho (2000) adalah film yang sangat luar biasa untuk disaksikan. Karena banyaknya pesan, nilai-nilai dan keunikan dari film ini. Mulai dari jalan cerita yang unik, penjiwaan karakter tokoh yang sangat cocok, serta melahirkan berbagai sudut pandang agar penonton dapat berpikir kritis. Kekurangannya adalah walaupun memiliki jalan cerita yang unik, mungkin tidak semua penonton dapat mengerti langsung jalan cerita yang film ini maksud. Jalan cerita yang sangat berkomplikasi membuat susah untuk dimengerti apa yang sebenarnya diceritakan. Selain itu, adanya adegan yang kurang senonoh di dalam film ini yang membuat penonton di bawah umur tidak boleh menontonnya atau didampingi oleh orang dewasa.

RANGKUMAN

Dengan mengesampinngkan beberapa kekurangan yang ada, film ini bisa dibilang wajib untuk disaksikan terutama oleh orang yang menyukai genre horror dan thriller. Karena film ini menampilkan kengerian yang ditunjukkan oleh seorang Patrick Bateman dengan tatapan yang mengerikannya yang membuat penonton dapat terbawa suasana di film ini. Selain itu, film ini juga memberikan nilai-nilai moral yang ada yaitu kita sebagai manusia tidak boleh jatuh ke perasaan arogan, iri dan dengki terhadap siapapun, agar kita juga tidak terpuruk ke dalam rasa dendam dan pikiran yang tidak terkendali. 

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama